KUNJUNGI WEBSITE RESMI CIANJUR NEWS (CN) DI WWW.CIANJURNEWS.COMIIKUTI DIKLAT BLOG UNTUK GURU YANG DILAKSANAKAN OLEH WSI KERJASAMA TELKOM DAN CBC, BERTEMPAT DI PT. TELKOM CIANJUR MULAI TANGGAL 6 APRIL S.D 28 MEI 2008 ,PENDAFTARAN GRATIS, DAFTAR KE : SMK ISLAMIYAH SAYANG JL. PROF. MOH YAMIN NO. 110 SAYANG CIANJUR KONTAK PERSON : 08156309231

CianjurNEWS (21/4) Sejumlah 538.790 suara atau 36,7 persen hak pilih dari daftar pemilih tetap (DPT) 1.468.859 orang di Kabupaten Cianjur tidak menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur (Pilgub) Jawa Barat 13 April lalu.

Jumlah itu diperoleh dari penghitungan suara rekapitulasi hasil akhir Pilgub Jawa Barat Kabupaten Cianjur yang ditetapkan melalui rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur, Sabtu (19/4).

Pasangan yang diusung koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) memimpin dengan 316.993 suara atau 36 persen. Selanjutnya pasangan yang diusung koalisi tujuh partai Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim (AMAN) dengan 301.395 suara atau 35 persen.

Kemudian urutan terakhir dari pasangan yang diusung koalisi Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat Danny Setiawan dan Iwan R Sulandjana (DA’I) sebanyak 253.410 suara atau 29 persen.

Penghitungan itu juga mencatat suara sah mencapai 871.798 suara, surat suara tidak sah 58.115. Warga yang menyalurkan hak pilih mencapai 929.913 orang atau 63,3 persen.

Rekapitulasi surat suara akhir dimulai pukul 08:30 WIB dan berakhir pukul 13:00 WIB dengan dihadiri Asda I Pemkab Cianjur H Ade Sanusi, Kepala Dinas Sosial dan Kependukan Catatan Sipil H Rusli Hartono, dan Kapolres AKBP Yaya Ahmudiarto.

Hadir juga Ketua dan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten dan Kecamatan, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan tiga saksi pasangan calon gubernur (cagub) serta calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat.

Penghitungan juga langsung dilihat oleh masing-masing perwakilan tim kampanye di antaranya dari DA’I diwakili Ari Sahridar, AMAN Iwan Permana dan HADE Ahmad Fauzi.

CianjurNEWS(21/4)Setengah badan jalan sepanjang 75 meter di Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan ambrol setelah diguyur hujan dalam satu pekan terakhir.

Jalan penghubung Cianjur utara dan delapan kecamatan di Cianjur selatan itu mengakibatkan mobilitas warga yang biasa melintasi jalan tersebut terancam lumpuh. Posisi jalan dengan lebar 5 meter itu berada di titik 80 kilometer dari arah Cianjur kota.

Sekarang jalan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua sementara angkuatan umum (angkum) masih bisa dipaksakan tapi cukup berbahaya. Belum ada perbaikan terhadap jalan yang ambrol itu.

Warga setempat menyebut longsor tejadi dua hari sebelum hari pemilihan gubernur Jawa Barat (13/4). Peristiwa pada malam hari ketika lokasi sekitar diguyur hujan lebat. Kondisi yang tanah yang labil merupakan salah satu potensi utama hingga badan jalan ambrol pada kedalaman 15 meter.

"Di daerah tersebut memang rawan longsor bahkan sudah beberapa kali terjadi peristiwa yang sama," tutur Ahmad (42) warga setempat kepada Radar, kemarin.

Kecamatan yang mengalami gangguan berupa penurunan mobilitas arus kendaraan di sekitarnya yakni Tanggeung, Cijati, Agrabinta, Leles, Cibinong, Sindang Barang, dan Cidaun. Penjualan hasil bumi menuju wilayah Cianjur kota menjadi terganggu karena khawatir kendaraan terjerumus ke jurang.

Pantauan Radar dan Tagana Cianjur, Pemkab Cianjur sampai saat ini belum melakukan upaya perbaikan. Di lokasi longsoran hanya terlihat beberapa warga dan kader Tagana setempat yang berusaha mengatur arus kendaraan.

Hingga berita ini diturunkan longsoran di sekitar jalan tersebut terus terjadi dan dikhawatirkan bila hujan turun jalan semakin terkikis habis

CianjurNEWS(21/4) Dua warga Kampung Jamesewu, Desa Kalapanunggal, Kecamatan Cikadu, Cianjur selatan terbawa arus sungai Cigugur Minggu (20/4) pagi. Korban masing-masing Apud bin Jajam (55) dan istrinya Sonilah binti Ajun (45).

Jasad Apud sudah ditemukan namun jasad istrinya hingga berita ini diturunkan belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun Radar, pasangan suami istri itu berniat pergi ke ladang sekitar pukul 06:30 WIB. Untuk menuju ladang mereka harus melewati sungai Cigugur yang arusnya cukup deras.

Kondisi yang demikian rupanya tidak dihiraukan oleh Apud dan Sonilah. Mereka tetap nekad menyeberang sungai. Ketika menyeberang tiba-tiba air sungai tiba-tiba meluap hingga keduanya terbawa arus.

Kejadian itu bersamaan saat sebagian besar warga setempat akan memulai aktifitasnya ke ladang dan sawah miliknya. Korban diketahui terbawa arus oleh tetangganya yang kebetulan berpapasan saat akan menyeberang sungai.
"Kebetulan saat itu ada warga yang melihat kejadian itu," tutur Mulyana (40) tokoh masyarakat setempat kepada Radar, kemarin.

Saksi mata kemudian berteriak dan meminta tolong kepada masyarakat setempat. Sayang, kedua korban dengan cepat diseret arus yang cukup deras. Warga berusaha melakukan pencarian dan mencoba menyusuri sungai sejauh puluhan kilometer. Upaya mereka tak sia-sia dan akhirnya berhasil menemukan tubuh Apud tersangkut di bebatuan.

"Saat ditemukan nyawa Apud tidak bisa tertolong karena sudah lama di air. Sementara Sonilah hingga saat ini belum ditemukan. Warga masih terus mencari jasadnya," ujar Mulyana.

Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Cianjur Moch Toha mengaku mendapat laporan dari warga Cikadu terkait dua warga setempat yang terbawa arus sungai dan pihaknya langsung mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian.

CianjurNEWS(16/4) Tim kampanye pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim (AMAN) Kabupaten Cianjur menemukan selebaran yang memojokkan pasangan itu dengan isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di Kampung Cipalasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong.

Barang bukti dan saksi telah diamankan oleh tim advokasi AMAN usai melakukan investigasi. "Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Panwaslu setempat dan mereka langsung memeriksa salah seorang warga yang diduga menyebarkan selebaran provokasi itu," ungkap Fahmi Wahab, anggota Tim Advokasi AMAN kepada wartawan, kemarin.

Fahmi menyebut identitas penyebar selembaran dilakukan oleh oknum HN yang merupakan pengurus salah satu partai di Kecamatan Cibinong. "Kami akan memantau terus perkembangan kasus ini hingga ditangani pihak kepolisian," ujarnya.

Sekretaris Umum DPC PPP Kabupaten Cianjur Dadang A Zainudin menyayangkan perbuatan tersebut karena mencoreng Pilgub Jabar yang demokratis. "Kami ingin menuntaskan kasus yang bisa mencoreng citra partai yang selama ini mendapat simpati dari warga Cianjur selatan," terangnya.

Sementara Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cianjur RK Dadan SN saat dikonfirmasi terkait tudingan kadernya terlibat dalam kasus itu langsung membantah keras. Dia mengatakan hanya salah faham.

"Akibat panasnya suasana Pilgub sehingga hal-hal yang tidak perlu dibesar-besarkan malah diramaikan tanpa alasan yang jelas. Dengan ini saya nyatakan tidak ada kejadian seperti itu," tegasnya.

Dadan menjelaskan kejadian sebenarnya berawal dari temuan HN (kader PKS) tentang selebaran tersebut. Kemudian melaporkan sekaligus menyerahkan bukti selembaran yang memojokkan pasangan AMAN di Cibinong. Tetapi tindakan ini disalahartikan dan HN dianggap yang menyebarkannya.

CianjurNEWS(16/4) Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di pinggir Jalan Raya Bandung di Kampung Rawa Bango Desa Hegramanah Kecamatan Karangtengah, Cianjur, kemarin.

Informasi dihimpun Radar, mayat bayi yang diperkirakan berusia 7 bulan itu ditemukan Adi (24) pemulung yang sedang mencari barang-barang rongsokan sekitar pukul 05:30 WIB. Mayat bayi itu ditemukan di dekat bongkahan sampah.

"Saat melirik ke sebelah kanan dia (Adi, red) langsung kaget karena melihat sesosok bayi dibungkus kain," tutur salah seorang warga menirukan pengakuan Adi kepada Radar.

Adi segera melaporkan penemuan itu kepada warga yang berjualan di pinggir jalan. Tanpa dikomando warga langsung berbondong-bondong datang ingin melihatnya. Petugas dari Polsek Karangtengah yang telah dihubungi warga datang ke lokasi penemuan kemudian memasang garis polisi (police line) sebagi tanda larangan bagi warga masuk ke titik tempat kejadian perkara (TKP).

Tim identifikasi dari Polres Cianjur pun turun melakukan pemeriksaan. Menurut salah seorang petugas Polsek Karangtengah yang enggan namanya disebut, kemungkinan mayat bayi itu dibuang sekitar pukul 02:00 WIB sebab terlihat tubuh korban masih segar.

Warga lain mengungkapkan, tengah malam sekitar pukul 01:00 WIB sempat melihat kendaraan sedan berwarna putih bolak-balik. Sesaat kemudian kendaraan tersebut berhenti di TKP namun tidak lama lagi langsung pergi menuju ke arah Bandung